Setiap umat muslim pasti ingin menunaikan rukun islam yang kelima, yaitu menunaikan ibadah haji. Itulah yang akan dilaksanakan Drs Ham­dan. Sejak 2001 lalu Ham­dan yang bertugas di daerah minoritas mus­lim, To­ba Sa­mosir. Dia beberapa kali telah me­ngikuti tes untuk jadi petu­gas haji Em­barkasi Medan. Dan selama beberapa kali mencoba itu, be­lum ber­hasil. Namun kali ini, dia dipanggil sebagai sa­lah se­orang dari jutaan umat Islam dunia yang menjadi tamu Allah di Baitullah

Alhamdulillah, tahun ini Allah meng­un­dang saya un­tuk jadi tamu-Nya di Baitul­lah,” ung­kap Drs Ham­dan, seperti pada laman analisadaily.

Hamdan bersama jemaah Kloter 20 di­jadwalkan masuk Asrama Haji Me­­dan, Ka­mis (17/8) dan akan ber­to­lak ke Mekkah, Jumat (18/8) ke­esokan harinya. Tentu ada banyak ke­bahagia­an yang sulit dilukiskan. Apa­lagi jad­walnya masuk asrama haji persis ber­samaan dengan peringatan HUT Prok­la­masi Indone­sia. “Dan yang lebih mem­ba­ha­gia­kan lagi ka­rena niat untuk men­yem­pur­nakan rukun Islam dapat dika­bulkan Allah,” ungkapnya.

Pada musim haji tahun ini, Hamdan yang me­ngabdi di Ke­menag Toba Sa­mo­sir se­jak 2001 itu men­ja­di Ketua Klo­ter 20 (Tim Pem­­­bimbing Haji In­donesia/TP­HI), bersa­ma tiga ratusan lebih jemaah calon haji dari KBIH Kha­irul Imam, Ramadina/Al Alawy, Ja­bal Noor, Labuhan­batu dan per­orangan.

Tentu akan banyak tanta­ngan dan ta­ng­­g­ung jawab ke­tika memimpin 390 lebih ca­lon Dhuyufurrahman agar da­pat melak­sa­nakan dengan baik seluruh rangkaian ibadah un­tuk menyem­pur­nakan rukun Islam ke­lima di tanah suci. Apalagi dalam berhaji, ada jutaan umat Islam dunia yang sama-sama berniat untuk dapat me­laksanakan seluruh rang­ka­ian ibadah sebaik mungkin guna mem­per­oleh predikat haji mabrur.

Insya Allah saya akan me­lak­sa­na­kan tu­­gas itu dengan ikhlas dan se­­mak­­simal mungkin. Hara­pan­nya da­­lam memimpin kloter dapat berja­lan de­ngan baik,” tutur Hamdan.

Putra dari (alm) Aspan Manurung dan Si­tiuma Br Sim­bolon telah beberapa kali me­­ng­ikuti testing ujian se­bagai pem­­bim­bing haji. Tentu ada sa­ngat ba­nyak pe­ngalaman, il­mu, dan pe­lajaran ber­harga yang dipe­roleh bung­su delapan ber­­sa­u­dara ini selama mengikuti ujian tertulis maupun praktik. Itu juga sebabnya dia terus mencoba dan mencoba lagi.

Apalagi jabatan yang di­amanah­kan sejak 2012 sam­pai sekarang sebagai Penyelenggara Haji dan Umrah Ke­menag Toba Samosir, se­olah makin me­macu tekadnya untuk mengikuti se­luruh tahapan demi tahapan ujian. Dari proses mengkiuti ujian itu, mem­­buat Hamdan se­ma­­kin meng­uasai tata cara pelak­sa­naan ha­ji.

Dia mengakui persoalan yang akan diha­dapi di tanah suci nantinya tidak akan sama dengan teori ataupun prak­tik ketika ujian sebagai calon pembim­bing haji. Sebab fakta akan jauh berbeda dengan teori dan praktik ujian haji.

Semua itu akan jadi pengalaman pa­ling ber­­harga sepanjang hidup. Meski baru per­tama me­­nunaikaan rukun Islam ke­lima, tapi ta­­hun ini sudah diama­nahkan se­bagai pe­mim­pin di Kloter 20 Embarkasi Me­dan tidak menjadi masalah baginya. Sebab pengalaman memimpin beberapa or­gani­sasi kemasyarakatan pernah dilalunya, dianta­ra­­nya sebagai Ketua DPC Al It­ti­hadiyah Toba Samosir sampai se­karang, Ke­tua KAHMI Tobasa 2017-2022, pe­ngu­rus DPW Ja­m­’iyah Batak Muslim In­donesia (JBMI) Su­mut, pengurus MUI Tobasa dan Baz­da (seka­rang Baz­nas) Tobasa.

Pengalaman-pengalaman kepemimpinanya itu di­ha­rap­kan akan sa­ngat memban­tunya dalam memim­pin tamu Allah menyem­pur­nakan rukun Is­lam ke­limanya di tanah suci.

“Saya ikhlaskan melaksa­nakan tu­gas dan semoga Allah meridhai se­hingga semuanya berjalan lancar,” ung­kapnya.

Pendapat Anda