Era sekarang budaya membaca buku seakan tergeser dengan  kecanggihan yang ada. Jarang sekali terlihat anak-anak memadati perpustakan. Padahal di negara-negara maju masyarakat sangat respek dengan perpustakaan. Mengingat hal itu, Gubernur Sumatera Utara, Dr. HT Erry Nuradi, MSi  mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk giat membaca buku.

“Kita berharap perpustakaan di Sumatera Utara berkembang dengan baik dan menjadi tempat idola bagi masyarakat,” katanya kepada wartawan usai membuka gelar buku, budaya dan teknologi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut Jalan Brigjen Katamso Medan, Senin (28/80), tulis laman analisa.

Menurutnya, salah satu indikator negara maju yakni di mana saja, kapan saja masyarakatnya suka membaca. Makanya, pada 20 Mei 2017 kemarin Sumatera Utara mendeklarasikan sebagai provinsi literasi di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut.

Deklerasi yang diikuti dengan beragam kegiatan tersebut disambut baik oleh gubernur. “Kegiatan seperti ini harus terus dibudayakan karena mendukung Sumut sebagai provinsi literasi dan Pemprovsu sangat mendorong,” ujarnya.

Dia juga menghimbau kepada kepala daerah untuk memperhatikan perpustakaan-perpustakaan di daerah masing-masing. Merangkul semua elemen, diantaranya taman bacaan masyarakat (TBM), komunitas-komunitas baca, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), dewan perpustakaan, IKAPI, dewan pakar, Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara (Formalsu), semua tokoh-tokoh masyarakat, penerbit, serta pemerhati.

Kadis Perpustakaan dan Arsip Sumut, Ferlin H Nainggolan, SH mengatakan, gelar buku, budaya dan teknologi dilaksanakan sebagai bentuk suatu strategi untuk menumbuhkan minat dan kegemaran baca masyarakat ke perpustakaan.

“Adanya gelar buku, budaya dan teknologi ini dapat menjadi arena wisata baca, ajang pertemuan ilmiah, menjadi tempat sumber informasi yang berguna dalam menulis, meneliti, bahkan menjadi tempat diskusi yang menyenangkan,” katanya.

Kegiatan yang menggalang kerja sama antara masyarakat, praktisi pendidikan, pelaku bisnis perbukuan ini bertujuan untuk memotivasi budaya gemar dan cinta buku pada masyarakat.

Kegiatan ini juga diisi pameran buku, craf, teknologi, infak buku, pelatihan menulis bagi siswa, mendongeng dari komunitas Kampung Dongen Medan, motivasi kecerdasan otak oleh Confidental Internal Affair Report (CIR), dan pelatihan merajut oleh Komunitas Rajut Medan.

 

Pendapat Anda