Adanya kasus penikaman terhadap sopir taksi online di Kota Medan, Sumatera Utara pada Rabu Malam (30/8) dilatarbelakangi modus percobaan perampokan. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting.

“Benar, kejadiannya di Thamrin plaza. Pelakunya masih diperiksa, statusnya pengangguran,” kata Rina, dikutip dari liputan6.com (31/8)

Percobaan perampokan terhadap terhadap sopir taksi online bernama Mukafil  itu dilakukan oleh warga Jalan Sempurna Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, yang memesan taksi online melalui aplikasi Grab.

Perampok yang masih berusia 18 tahun berinisial DS itu meminta dijemput di Jalan Sempurna sekitar pukul 19.45 WIB dengan tujuan Thamrin Plaza, Jalan MH Thamrin.

Pemesanan itu dipenuhi Mukafil yang mengendarai mobil Xenia warna putih dengan BK 1326 QT. Saat itu, Mukafil tidak curiga. Pria 36 tahun itu lalu membawa si penumpang ke lokasi yang dituju.

Sesampainya di Thamrin Plaza Lantai I, Kelurahan Sei Rengas, Kecamatan Medan Area, sekitar pukul 20.30 WIB, penumpang tidak langsung turun. Ia malah menjerat leher Mukafil dengan tali yang telah dipersiapkannya.

Korban seketika meronta hingga membuat si penumpang kalap dan menikamnya hingga mengenai pipi korban. Namun, warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut, langsung menghakimi penumpang lalu melaporkannya ke polisi. Sedangkan korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan. Akibat peristiwa itu, Mukafil mengalami luka serius di bagian leher.

Dalam peristiwa itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan penumpang, seperti satu buah pisau tidak bergagang, satu buah batu, satu buah tali nilon warna oranye, dan satu tali pinggang warna hitam.

“Atas perbuatannya, untuk sementara pelaku disangkakan melanggar Pasal 365 KUHPidana,” kata Rina.

 

Pendapat Anda