Setelah melakukan sayemabara dan menetapkan pemenangnya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan resmi memperkenalkan Icon Kota Medan ke publik. Icon yang menggambarkan Istana Maimun dengan tulisan Medan Rumah Kita resmi di-launching langsung oleh Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, Selasa (29/8).

Icon hasil sayembara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata beberapa waktu lalu tentu memilki makna. Dikutip dari analisa (30/8), Agus Suriyono selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan membeberkan arti atau makna yang terkandung dalam icon itu.

“Tulisan Medan pada icon melambangkan kecantikan kota dan budaya. Di bawah tulisan Medan Rumah Kita terdapat motif melayu dengan 14 warna berbeda. Itu melambangkan 14 etnis di Kota Medan, seperti Melayu, Karo, Mandailing, Toba, Simalungun, Tapanuli Tengah, Dairi, Nias, Jawa, Minang, Aceh, Tionghoa, Arab, dan India,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, Kesultanan Deli adalah sebuah Kesultanan Melayu yang didirikan pada tahun 1632 dan hingga saat ini Istana Maimun adalah salah satu peninggalan Melayu yang menjadi kebanggaan masyarakat Medan.

“Istana Maimun mewakili salah satu heritage atau warisan bangunan bersejarah di Medan yang harus kita lestarikan bersama. Istana Maimun melambangkan rumah tempat tinggal kita, sehingga sesuai dengan tagline Kota Medan saat ini, yakni Medan Rumah Kita,” ungakpnya.

Secara semiotik, Istana Maimun sebagai istana Kesultanan Deli adalah simbol dari multikultural Kota Medan. Selain itu, bermuatan budaya dan sosial. Istana ini adalah lambang dari peradaban Melayu yang terbuka menerima berbagai etnis, kemudian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Kota Medan.

“Dilatarbelakangi dengan daun tembakau pada icon ini juga menjadi daya tarik untuk menjadikan Kota Medan yang heterogen, dan melambangkan kekuatan ekonomi yang akhirnya menjadikannya sebagai kota terbesar di Indonesia bagian Barat, yang juga sebagai pusat perekonomian. Sehingga Medan Rumah Kita akan terwujud menjadi kota Masa Depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera, dan religius,” katanya.

Pada launching itu turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan, Ketua PWI Sumut, Ketua INCCA Sumut, Kadis Pariwisata Medan, SKPD Kota Medan, para Konjen negara sahabat di Medan, dan tamu undangan lainnya.

Wali Kota mengapresiasi penyelenggaraan lomba pembuatan icon yang langsung melibatkan masyarakat. Menurutnya, dengan keterlibatan masyarakat menjadi daya tarik tersendiri dan lebih mencintai kotanya.

“Semoga kita semua bisa lebih memiliki rasa mencintai kota kita dengan lambang kita sendiri, dan kita harapkan seluruh lapisan masyarakat bisa menjadikan ini sebagai identitas kota kita,” kata Eldin.

 

Pendapat Anda