Kasus pengurasan uang melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali terjadi. Pasalnya ini terjadi pada sejumlah warga Jambi yang resah usai uang tabungan di rekeningnya habis terkuras. Polsek di Kota Jambi juga telah menerima beberapa laporan akan kasus yang sama, yakni uang di rekening hilang dibobol usai sang pemilik menggunakan kartu ATM.

Modus pelaku yang berhasil menguras isi uang dalam ATM adalah dengan cara memasukan tusuk gigi ke lobang kartu ATM. Sehingga, saat ada warga yang menggunakan ATM, kartu ATMnya terganjal.

Saat begitu korban yang panik kemudian mencoba menelpon layanan telepon bank yang tertera di dalam ATM. Saat itulah pelaku akan beraksi dengan berpura-pura sebagai petugas layanan telepon bank.

“Nah saat telepon itulah pelaku berpura-pura dengan meminta nomor rekening dan nomor pin ATM korban. Korban yang panik pun memberikan nomor rekening dan pin ATM-nya,” ujar ujar Kapolsek Kotabaru, AKP Hendra Manurung, yang dikutip dari Liputan6.com (28/8).

Pada kasus ini, Polsek Kotabaru, Kota Jambi berhasil meringkus dua orang pelaku, JM (48) dan RS (30). Keduanya warga Oku Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

Hendra mengungkapkan, setelah korban menghubungi  layanan beberapa saat setelahnya korban mulai merasa curiga, kemudian mengecek isi rekening miliknya ke bank. Saat itulah diketahui uang di dalam rekening tabungannya telah habis terkuras.

“Saat ditangkap di kontrakannya di Kelurahan Kenali Asam, pelaku ini baru saja menguras uang salah satu korban senilai Rp 22 juta,” ucap Hendra.

Jajaran Polsek Kotabaru tengah mendalami kasus tersebut. Karena diduga keduanya tidak bekerja sendiri sebagai spesialis pembobol ATM. Sebab, dalam kasus ini sudah ada lima laporan yang masuk ke polisi. Di antaranya dua laporan di Polsek Kotabaru, satu laporan di Polsek Jelutung, dan dua laporan lain di Polsek Jambi Selatan.

Selain menangkap dua pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa tiga buah kartu ATM BRI, dua buah ATM BNI, uang tunai sebesar Rp 3.339.000. Kemudian tiga unit telepon genggam, satu unit sepeda motor merek Honda, beberapa tempelan skotlet telepon layanan bank atau call center BNI dan BRI. Lalu sejumlah pengganjal ATM, beberapa amplas, dan satu buah gergaji besi.

Pendapat Anda