Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan Simpang Zainul Arifin Diponegoro, antara mobil Toyota Avanza dengan Honda Accord mengakibatkan dua korban meninggal dunia, tiga diantaranya luka-luka.

Diduga, kecelakaan yang memakan maut ini dikarenakan pengemudi kendaraan Toyota Avanza dalam keadaan mabuk berat. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya tiga botol minuman keras di dalam mobil, yakni minuman keras merk Martel habis pakai dengan merk 1 botol jenis Contro dan 2 botol lainnya jenis Cocokburns.

Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 05.30 Wib. Dimana Honda Accord dengan BK 1736 HE meluncur dari simpang Imam Bonjol Zainul Arifin lurus mengarah Sun Plaza. Pada saat di persimpangan Zainul Arifin Diponegoro, mobil Avanza B 1719 FC datang dari arah Mesjid agung dengan kecepatan tinggi yang memgarah ke lapangan benteng.

Tepat dipersimpangan Diponegoro,  Mobil Toyota Avanza menabrak bodi tengah sedan Accord bagian kiri, sehingga mengakibatkan mobil Accord terpental dan berhenti menabrak badan jalan sebelah kiri Jl Diponegoro. Sedangkan mobil Toyota avanza setelah menabrak berhenti 40m di Jalan Diponegoro.

Akibat kejadian tersebut dua korban meninggal dunia, salah satunya anggota Polri yang bertugas di Dit Krimum Poldasu an. Briptu Dedi Frengki Purba. Kedua kenderaan dalam keadaan rusak berat.

Kelima korban yang mengalami kecelakaan tersebut, yakni Norton Girsang (36 th) warga lingkungan XI Sei Mati, Medan Labuhan (meninggal dunia), Briptu Dedi Frengki Purba (30 th), warga Komplek TVRI blok C, Percut Sei Tuan (meninggal dunia), Pandapotan Sianturi (31 th), warga Jalan Ilyas sisi rel lingkungan VI, Kelurahan Martubung, Medan Labuhan (luka-luka). Ketiganya merupakan penumpang mobil Honda Accord.

Sedangkan Endrico Benedicr Gunawan (19 th) yang berstatus mahasiswa dan Fernando Wijaya (18 th) adalah penumpang mobil Toyota Avanza dan keduanya mengalami luka-luka yang saat ini berada di RS. Siloam.

Pendapat Anda