Beredarnya kabar adanya penamparan yang dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap salah seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat suara.

Dilansir dari laman Republika (20/9), kasus penamparan yang dilakukan Ketua DPRD setempat, Teguh Raharjo Eko Purwoto terhadap seorang dokter yang sedang bertugas itu disayangkan Kemenkes dan  tidak menerima penamparan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi menyayangkan insiden tersebut. Menurut dia, sebenarnya insiden ini terjadi karena miskomunikasi.

Namun, Kemenkes mengaku tidak bisa menerima perlakuan seperti ini. Apalagi, kata dia, tenaga kesehatan (nakes) ini sedang melaksanakan tugasnya di tempat fasilitas pelayanan kesehatan itu. “Dia dilindungi oleh UU, baik UU rumah sakit (RS), UU Pelayanan Kesehatan,” ungkapnya, Rabu (20/9).

Oscar menambahkan, Kemenkes berharap supaya kasus ini diselidiki dan dituntaskan secara transparan demi untuk mendapat keadilan yang sesungguhnya.

Dikutip juga dari Kompas.com, bahwa  Direktur RSUD Lebong, Selviana membenarkan adanya peristiwa itu dan menurut Selviana, kasus itu telah dilaporkan ke Polres Lebong.

“Itu ada salah paham. Namun perkara ini sudah dilaporkan korban ke Polres Lebong,” katanya.

Penemparan itu bermula saat Ketua DPRD Lebong itu membesuk rekannya di rumah RSUD Lebong. Sebelumnya, kabar Ketua DPRD Lebong yang menampar dokter ini cukup santer di masyarakat Kabupaten Lebong.

Pendapat Anda