Gerebek kampung narkoba (GKN) yang ada di Desa Sei Mencirim Dusun III Simpang Pon­dok dan Adios Kecamatan Kutalimbaru. petugas gabungan Satres Narkoba Polrestabes Medan dan Polsek Kutalimbaru bekuk delapan tersangka narkoba dan perjudian.

Dilansir dari Analisa (12/9), Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja yang didampingi Kabag Ops, AK­BP Doni Satria Sembiring, Wakasat Narkoba Kompol Yudi Frianto, dan Kapolsek Kuta­limbaru menga­takan, enam ter­sang­ka diamankan terkait narkoba yakni, IGS, MT, TG, T, RT dan AF.

“Dua tersangka lainnya yang kita amankan terlibat kasus perjudian (pemi­lik mesin jack­pot) yaitu, BS dan W,” ungkapnya.

Lokasi tersebut pernah digere­bek pada 2014 lalu. Namun menurut Wakapolrestabes, warga sempat melakukan perla­wanan pada petugas sehingga hasilnya tak maksimal. Kali ini, de­ngan kekuatan maksimal petugas dapat menga­mankan para tersangka narkoba dan judi.

Tidak hanya mengamankan tersangka, dari lokasi petugas juga mengamankan barang bukti berupa, 30, 9 gram sabu, lima unit timbangan elektrik, tujuh unit mesin judi jackpot, lapan unit sepeda motor, satu alat isap sabu, dan 40 keping koin.

“Kita akan terus me­­lakukan perlawanan terhadap pelaku nar­koba. Bukan zamannya lagi takut pada bandar narkoba. Begitu juga dengan aparat yang ter­libat, akan kita tindak tegas,” katanya.

Salah seorang pelaku narkoba, IGS, mengaku sudah setahun lalu dia me­nyediakan lapak dan alat isap sabu bagi pengguna narkoba di wilayah itu. Ada empat bilik berukuran 1×1 meter yang sengaja dia sewakan bagi para pemadat. “Saya hanya menyediakan tempat dan alat isap sabu saja. Kalau sabu biasa mereka dapat dari luar,” katanya.

Pria kekar itu biasa  mematok tarif Rp5000 untuk tempat. Begitu juga dengan alat isap sabu, dibanderol Rp5000 untuk sekali pakai. Per harinya, dia bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan dari hasil menyewakan alat dan tempat. “Per harinya bisa mencapai Rp80 ribu sampai Rp100 ribu untuk sewa alat dan tempat,” ucapnya.

 

Pendapat Anda