Sebuah rumah yang dijadikan tempat pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) berhasil digrebek Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) pada Kamis (28/9) malam di Jalan Setia Luhur, Gang Arjuna, Kecamatan Helvetia.

“Dalam penggerebekan tadi malam ditemukan jutaan SIM bekas yang digunakan untuk pembuatan SIM palsu,” kata Kombes Pol. Nurfallah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Jumat (29/9), tulis laman Analisadaily.

Polisi menemukan jutaan SIM bekas untuk dipalsukan dari rumah tersebut, yang mana jutaan SIM disimpan di dalam kamar dan di dalam kasur serta tempat lain di rumah itu. Jutaan SIM bekas itu akan dijadikan SIM A, SIM C, dan SIM B palsu. “SIM-SIM bekas itu nantinya akan di dibuat lagi dengan memalsukan identitas,”katanya.

Pada penggerebekan ini petugas ikut mengamankan tiga pelaku yang berinisial RF, IR dan HR. Dan satu diantara pelaku merupakan oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka).“Dari tiga orang yang kami amankan, satu di antaranya oknum polisi berpangkat Bripka yang bertugas di bagian Yanma Polda Sumut berinisial RF,” ungkapnya.

Dihiimpun dari laman Republika, ketiga tersangka memiliki peran berbeda dalam bisnis pembuatan SIM tersebut. HR dan IR diketahui berperan sebagai pembuat SIM palsu dan pembeli SIM bekas, sementara RF sebagai pencari pemesan SIM.

Haga yang ditiwarkan untuk pembuatan SIM palsu ini terbilang mahal, karena untuk pembuatan SIM C dikenakan biaya Rp 450 ribu, SIM A Rp 500 ribu, SIM B1 Rp 600 ribu, SIM B1 umum Rp 650 ribu, dan SIM B2 Rp 750 ribu.

Dari penggerebekan itu Polda Sumut berhasil menyita  barang bukti dari tangan pelaku, yakni sekitar 100 lembar SIM berbagai jenis yang telah selesai dicetak, jutaan lembar SIM bekas, kertas yang bertuliskan cetakan nama beserta pas foto pemesan SIM, peralatan komputer, dan alat laminating untuk pembuatan SIM.

 

 

Pendapat Anda