Mempertahankan ideologi suatu negara bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan bahkan pertumpahan darah terjadi saat mempertahankan ideologi tersebut, negara Indonesia misalkan.

Setelah 51 tahun lebih, peristiwa bersejarah yang diperingati pada 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila, tak lepas dari peran Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang pada masa itu dipimpin oleh Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto, yang berhasil menumpas gerakan kontra revolusioner Partai Komunis Indonesia.

Menjelang peringatan hari Kesaktian Pancasila tersebut, Komando Utama (Kotama) tempur yang dimiliki TNI AD, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi mengatakan makna hari Kesaktian Pancasila sama dengan menghayati Pancasila itu sendiri. Menurutnya Pancasila merupakan ideologi paling cocok untuk Indonesia dan tak bisa ditawar-tawar lagi.

“Pancasila adalah harga mati, jadi siapapun, atau kelompok manapun yang berniat untuk mengubah Pancasila, akan berhadapan dengan saya dan juga seluruh Prajurit Kostrad seperti yang sudah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kami yang telah berhasil menumpas pemberontakan G 30 S/PKI,” kata Pria kelahiran Aceh itu pada suatu kesempatan bincang-bincang dengan salah satu TV swasta nasional.

Jenderal asal Sumatera Utara itu juga mengatakan, seluruh Sila dalam Pancasila dapat menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah ideologi yang tak akan lekang oleh zaman, dan masih akan tetap relevan sampai kapan pun.

“Menurut saya Pancasila masih dan tetap akan relevan sampai kapanpun sebagai ideologi dasar negara Republik Indonesia,” terang orang nomor satu di jajaran Kostrad ini.

Dia berharap, semangat juang yang telah dilakukan para pendahulu untuk mempertahankan ideologi negara juga diwarisi oleh para generasi penerus bangsa. Menurutnya, Pancasila yang kita hayati dan kita amalkan saat ini tercetus melalui proses yang panjang dan buah pikir para tokoh-tokoh bangsa pendiri negara Indonesia. Jadi, sudah sepatutnya generasi penerus bangsa dapat meneruskan semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

 

Pendapat Anda