Pekerjaan pelebaran jalan nasional jurusan Kabanjahe-Berastagi, Kabupaten Karo tengah mengalami masalah. Lebar jalan yang semula direncanakan 24 meter, akhirnya berubah men­jadi 20 meter. Hal ini disebabkan karena adanya kendala dari masyarakat yang meminta ganti rugi lantaran tanahnya terkena pelebaran jalan.

Aksi warga yang tanahnya ter­kena pelebaran jalan mema­sang spanduk dan meminta ganti rugi itu berakibat pada tersendatnya pelebaran jalan dan  sampai kini pekerjaan hanya sampai sekitar depan kantor PLN, Kaban­jahe. Pelebaran jalan semakin mengerucut kurang dari 20 meter.

Dilansir dari analisa (11/9), Pihak kontraktor Gunung Mulia yang  diwakili Sovet Ginting dan Firdaus Sitepu ketika di­mintai tanggapannya atas permasalahan itu mengakui, me­reka terkendala melakukan peker­jaan pelebaran jalan.

Mereka mengaku terancam mela­kukan pekerjaan di atas tanah milik warga, yang ter­kena pelebaran sehing­ga pe­kerjaan pelebaran tersen­dat. “Pihak kontraktor atau reka­nan hanya tahu bekerja sesuai kon­trak. Kalau ada gangguan atau larangan dari warga itu bukan tanggung jawab kami,” katanya.

“Jika ada perwakilan pi­hak peme­rintah atau pihak ba­lai menjaga kami bekerja, dan menunjukkan batas dae­rah milik jalan (DMJ) kami siap. Tapi kalau kami mutlak diha­rapkan menga­mankan dan membebaskan pelebaran jalan yang mengenai tanah war­ga, itu tidak mungkin. Coba tun­jukkan sampai mana batas pe­lebaran jalan saat kami mela­kukan pekerjaan. Siang-ma­lam kami siap bekerja untuk melaksanakan pelebaran jalan sehingga siap pada waktu yang ditentukan,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, bahwa ada isu menyebutkan pihak rekanan sengaja memperlam­bat pele­baran jalan dengan tu­juan tertentu yang tidak baik.

“Itu politik busuk dan tidak benar. Risikonya lebih berat bagi kami. Coba kalau kami tidak siap me­nger­jakannya pada waktu yang ditentukan, peru­sahaan kami pasti diputus kon­trak. Secara otomatis juga se­la­ma 5 tahun ke depan peru­sahaan kami di-black-clist,” tegas Sovet.

Pengo­rekan dalam  pelebaran jalan sudah sampai di depan wisma Milala sekitar kantor PLN Kabanjahe. Tapi pele­baran masih sebatas menyen­tuh bahu jalan dan parit. Itu pun masih sebelah ruas jalan sehingga lebar jalan semakin me­ngerucut. Tidak sama le­barnya 20 meter sebagaimana kesepakatan dari awal pele­baran sekitar depan kantor bupati Karo lebar 20 meter.

 

Pendapat Anda