Adanya kendala dalam pembebasan lahan yang dilakukan pihak KAI membuat rencana pembangunan Kereta Api Trans Sumatera mengalami kesulitan dalam berproses. Namun kendati demikian rencana pembangunan  terus dilakukan.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Keselamatan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara, Iskandar yang dikutip dari laman Analisadaily (25/9) mengatakan, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara saat ini sedang melakukan pengerjaan rel kereta api dari arah bawah dan arah atas.

“Kendala terbesar dari pengerjaan Kereta Api Trans Sumatera ini adalah pembebasan lahan,” kata Iskandar.

Iskandar juga menyebutkan bahwa dalam pembebasan lahan melibatkan instansi pemerintahan daerah dan juga masyarakat, sehingga memerlukan waktu yang cukup panjang. Saat ini sedang dilakukan pengerjaan Binjai-Besitang dengan panjang sekitar 80 kilometer.

“Kemudian juga sedang dilakukan pengerjaan untuk Besitang-Sei Liput, serta juga pembangunan di Rantau Prapat menuju Kota Pinang sepanjang 48 kilometer,” sebutnya.

Diterangkan, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara memang mendapatkan arahan dari pusat untuk memprioritaskan program kereta api Trans Sumatera.

“Jika pengerjaan berjalan lancer, mulai dari pembebasan tanah hingga dana pengerjaan maka kereta api Trans Sumatera, dalam dua atau tiga tahun ke depan pasti sudah selesai,” ungkapnya.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi disela-sela kunjungan ke Kampung Berseri Astra di Cengkeh Turi Binjai menjelaskan, proyek pengerjaan jalur kereta api trans Sumatera yang digagas Presiden Joko Widodo dari Medan menuju Langkat, dan langsung ke Aceh tersebut adalah proyek prioritas.

“Pengerjaan kereta api Trans Sumatera akan diprogramkan terus. Kalau pun ada berhenti hanya masalah dokumentasi saja,” kata Budi Karya.

 

Pendapat Anda