Dalam menjajakkan dagangan, beberapa wilayah memiliki aturan, seperti penjualan rokok elektrik atau yang dikenal dengan vape. Kemarin (4/9) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menyidak penggunaan dan penjualan vape atau rokok elektrik di toko salah satu mal di Medan, Hal ini dilakukan karena mal merupakan salah satu Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang diatur dalam Perda KTR.

Dikutip dari analisa, bahwa vape juga termasuk dalam salah satu kategori rokok. Ini diperkuat oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, drg Usma Polita, yang mana pihaknya menegaskan vape juga termasuk dalam salah satu kategori rokok. Karenanya, penggunaannya juga dilarang dalam wilayah yang ditentukan sebagai KTR.

“Mengisap vape juga mengganggu bagi mereka yang tidak mengisapnya. Oleh karenanya ini perlu jadi perhatian, sebab vape itu tetap dalam kategori rokok, walaupun memakai bahan baku herbal,” jelasnya yang didampingi jajaran Dinkes Medan serta Satpol PP Kota Medan.

Dalam sidak tersebut, ia menemukan sejumlah pelanggan yang sedang mengisap vape. Dia juga menilai perlu adanya sosialisasi tentang vape kepada masyarakat. Ini dilakukan karena saat penyidakan sempat terjadi silang pendapat antara Kadis dengan karyawan toko vape, dimana karyawan toko beranggapan vape bukan termasuk rokok.

“Jadi, untuk sementara kita hanya edukasi. Soalnya vape ini merupakan produk baru yang dikemas oleh produsen untuk mengelabui sasarannya yang merupakan remaja kalangan menengah ke atas,” katanya.

Menurutnya, di dalam vape juga terkandung nikotin. Zat tersebut tentunya juga akan berdampak buruk bagi kesehatan, baik bagi yang mengisap maupun orang yang ada di sekitarnya.

“Boleh-boleh saja beranggapan kalau vape itu peralihan buat berhenti merokok. Tetapi yang pasti, di dalam vape itu juga terdapat nikotin sehingga akan malah mempertahankan penggunanya untuk tetap merokok,” ungkapnya.

 

Pendapat Anda