Polisi berhasil membongkar praktik  seks menyimpang yang dibisniskan di sebuah hotel di kawasan Tegalsari. Pelaku dari kasus penyimpangan ini adalah pasangan suami istri (pasutri). Mereka melakukan hubungan seksual secara berempat (foursome).

Sang suami menjual istrinya kepada dua orang pria. “Perilaku seks tersangka ini menyim­pang, yakni dengan foursome. Praktik ini dilakukan sekaligus ingin mengeruk keuntungan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, yang dilansir dari analisa (12/9)

Informasi adanya aksi kegiatan seks menyimpang (foursome) yang dilakukan suami istri di sebuah hotel di kawasan Tegalsari, Surabaya, diperoleh Anggota Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur pada akhir Agustus 2017 lalu.

Petugas yang dipimpin Kanit III Kompol Edy Herwiyanto melakukan penggerebekan di salah satu kamar di hotel tersebut. Saat digerebek, di kamar tersebut terdapat empat orang yang terdiri dari satu perempuan dan tiga laki-laki. Saat digerebek, mereka sedang melakukan praktik seksual menyimpang tersebut.

“Ada pasangan suami istri. Serta dua pria pelanggan,” tambah Kasubdit IV Re­nakta AKBP Rama Samtama Putra.

Keempat pelaku foursome itu pun di­gelandang ke gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditres­krimum) Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Epin yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta ini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 296 KUHP dan 506 KUHP tentang tindak pidana menga­dakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan atau mengambil ke­untungan dari pelacuran perempuan.

Epin (25) menjual istrinya dengan cara mempromosikan layanannya melalui akun twitter. “Tersangka mencari tamu (pelang­gan) untuk BO (booking out) dengan mem­posting mencari partner threesome melalui media sosial twitter,” kata AKBP Rama Samtama Putra.

“Tersangka kemudian mengirimkan foto. Apabila tamu cocok, maka berlanjut. Tersangka juga mengatakan tarif Rp500 ribu per orang,” tambah AKBP Rama.

 

Pendapat Anda