MEDAN: Tokoh muda Sumatera Utara H Musa Rajekshah atau akrab dipanggil Ijeck mengingatkan kalangan anak muda untuk tidak menjadi generasi follower atau generasi pengikut. Jadilah generasi muda penerus dan pendobrak kemapanan. Hal itu disampaikan Ijeck di hadapan beberapa komunitas anak muda kreatif dalam sebuah diskusi di Medan, Selasa (24/10/2017) sore.

Hadir dalam diskusi sore itu yang berlangsung di bawah siraman hujan deras yang mengguyur Kota Medan, antara lain ; M Arief Siregar dan Fahreza Aulia Nasution, keduanya dari komunitas komik, Andrian Abdi Syahputra, M Iqbal Siregar, Adayan Dwi P, Agung Rizky P dan Arbi Subian Siahaan dari Kopasude serta ORI Sam dam Jhon F dari Rumah Karya Indonesia.

Diingatkan Ijeck seperti dikutip Lensa.co, saat ini tantangan yang akan dihadapi sangat ketat dan keras. “ Era globalisasi membuat banyak anak muda yang kemudian terlena dan menjadi generasi follower. Akibatnya banyak anak muda yang terjebak dalam kesenangan sesaat seperti narkoba. Padahal tidak disadari hal itu dilakukan para bandar untuk menghancurkan Indonesia di masa depan.

Kalau generasi muda sudah hancur siapa lagi yang akan membangun Indonesia. Belum lagi kita semua diadudomba oleh pihak-pihak tertentu yang kepentingannya hanya untuk diri dan kelompoknya saja. Terus kalau sudah hancur, siapa lagi yang akan membangun bangsa ini,” kata Ijeck setengah bertanya.

Ijeck mengaku tertarik dengan ide-ide yang disampaikan para anak muda yang hadir dalam diskusi yang sama sekali tidak direncanakan.

Ada rencana membuat festival kesenian di seputaran  Danau Toba, ada Kopasude yang tertarik untuk menyelamatkan lingkungan Sungai Deli bahkan ingin mengangkat perekonomian warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli dan ada komunitas komik yang ingin menghasilkan karya-karya terbaiknya.

Semua ide anak muda itu, sebut Ijeck, harus tetap dihidupkan sehingga anak-anak muda memiliki semangat tidak hanya menunggu ide dan sekedar melepas diri untuk rutinitas kegiatan semangat, namun lebih dari itu akan mampu membangun pengusaha-pengusaha muda. Saat ini Indonesia baru memiliki 1,5 persen pengusaha dari sekitar 252 juta penduduk Tanah Air.

Indonesia masih membutuhkan sekira 1,7 juta pengusaha untuk mencapai angka dua persen. Sedangkan di negara-negara ASEAN seperti Singapura tercatat sebanyak 7 persen, Malaysia 5 persen, Thailand 4,5persen, dan Vietnam 3,3 persen jumlah pengusahanya.

Untuk itulah, urai Ijeck  perlu dipikirkan solusi bagi kalangan anak muda untuk lebih penting. Ijeck mendorong anak-anak muda yang berdiskusi sore itu untuk terus berdaulat khususnya dalam bidang pengembangan kreatifitas sehingga kemajuan Indonesia di masa depan ada di tangan anak-anak muda.’’Jadilah kita tuan rumah di negara kita sendiri. Jangan berpikir ke belakang, namun bangun terus kreatifitas.

Bergaulah dengan orang-orang dan lingkungan yang berpikiran maju sehingga kemajuan akan terasah dengan sendirinya,’’ demikian H Musa Rajekshah, yang juga dikenal sebagai Ketua Pengprov TI Sumut. (akb)

Pendapat Anda