Dosen USU dan Komunitas Bigreds galakkan kewirausahaan

Medan- Komunitas suporter sepakbola merupakan salah satu komunitas yang dapat diberdayakan. Hal ini dikarenakan selama ini suporter sepak bola hanya dijadikan sebagai wadah berkumpul orang-orang yang menyukai salah satu klub sepak bola baik di tingkat nasional maupun internasional.

Demikian pandangan yang disampaikan Husni Thamrin, S.Sos.MSP ,Dosen FISIP USU yang menjadi pelaksana kegiatan di Medan akhir pekan lalu.

Disebutkan, perilaku-perilaku yang tidak baik juga sering diberitakan oleh media baik televisi, cetak mengenai perilaku suporter sepak bola antara lain seperti tawuran dengan sesama sepakbola lain apabila klub kesayangannya kalah dalam pertandingan tersebut.

Jika komunitas suporter sepak bola dapat diarahkan ke arah yang lebih baik lagi melalui pemberdayaan aset base komunitas, maka akan tercipta anggota-anggota komunitas yng memiliki power, yang kedepannya diharapkan mampu mengkoordinir perilaku komunitas tersebut.

Pemberdayaan anggota komunitas tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan aset komunitas yang dimiliki kelompok dan mengembangkan kreatifitas anggota kelompok dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi seperti menumpuhkan jiwa enterpeuner.

Melihat fenomena yang ada, Universitas Sumatera Utara melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanaan oleh setiap dosen di Perguruan Tinggi sebagai salah satu aspek Tri Darma Perguruan Tinggi.

Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan kali ini adalah Aset Base Community Development Dalam Pengembangan Komunitas Suporter Sepak Bola Pada Komunitas Bold Indonesian Group Of Reds Suporter Regional Medan (BIGREDS Medan) di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru

Kegiatan  bertujuan untuk melakukan penguatan kelompok atau komunitas melalui pemberdayaan aset komunitas, terciptanya jiwa enterpeurner bagi anggota komunitas sepakbola BIGREDS Regional Medan, penguatan ekonomi kelompok dan komunitas komunitas sepakbola BIGREDS Regional Medan melalui kegiatan pelatihan dan keterampilan wirausaha, pemberian bantuan modal usaha.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mitra-mitra yang terlibat adalah BIGREDS Medan dan CV Sahara Nusantara. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, dimulai bulan Agustus 2017 dan berakhir pada bulan November Tahun 2017

“Fenomena fans klub sepakbola ini harus dilihat dari berbagai sisi, jika dapat dikelola dengan baik komunitas ini akan dapat menghasilkan kegiatan produktif hingga dapat memunculkan lapangan kerja baru untuk anggotanya” Ujar Husni Thamrin S.Sos., MSP.

Kegiatan yang telah dilakukan adalah penguatan materi manajemen organisasi, pelatihan sablon baju dan pelatihan pemasaran. Melalui kegiatan pengabdian ini anggot komunitas BIGREDS Regional Medan mampu melakukan produksi sablon baju dan melakukan pemasaran secara mandiri.

Produk yang dihasilkan telah berhasil dijual ke beberapa daerah lain dengan mmanfaatkan jaringan yang dimiliki BIGREDS.Kegiatan ini

Penjualan kaos hasil kegiatan pengabdian ini cukup mendapat perhatian dari seluruh anggota BIGREDS Medan . Ini dapat dilihat dari hasil penjualan pada minggu pertama yang mencapai 100 buah Hal ini mampu menambah pundi-pundi kas yang dimiliki komunitas BIGREDS.

Selain itu, dampak lain yang dirasakan adalah komunitas ini dapat berjalan dengan arah yang lebih baik dan memiliki sejumlah kegiatan yang meningkatkan produktifitas anggotanya setelah mendapat pemahaaman terkait manajemen organisasi yang diberikan di dalam kegiatan ini.

Pendapat Anda