MEDAN: Tak hanya peduli dengan pendidikan, Ijeck juga membuktikan komitmennya dalam mengatasi pengangguran dan minimnya lapangan kerja di Sumatera Utara, dengan cara memberi motivasi kepada para generasi muda untuk berwirausaha.

Hal itu ditunjukkan Ijeck saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), di Gelanggang Mahasiswa UIN SU, Jalan Sutomo, Medan, Selasa (28/11/2017).

Kuliah umum yang bertemakan “Pengembangan Kreativitas Mahasiswa dalam Bidang Kewirausahaan” itu dihadiri oleh 628 mahasiswa dan seluruh civitas akademik FKM UIN SU.

Ratusan mahasiswa dan seluruh civitas akademik UIN SU itu, memberikan sambutan yang sangat meriah saat Ijeck memasuki gelanggang.

Rektor UIN SU Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag., yang saat itu juga berhadir mengungkapkan, sambutan hangat penuh kekeluargaan itu dapat muncul karena segenap keluarga besar UIN SU sudah menganggap Ijeck sebagai bagian yang tak terpisah dari UIN SU.

“Bapak yang kita panggil Pak Ijeck ini adalah orang tua kita yang sudah banyak membantu kemajuan pendidikan Sumut, khususnya UIN SU.

Gedung Anif sumbangan beliau Rp7 miliar, tanpa meminta balasan apapun.
Kemudian lebih Rp. 1 miliar akan segera disumbangkan untuk pembangunan gedung eks Tarbiyah,” kata Rektor.

Orang nomor satu di UIN SU itu pun meminta kepada para mahasiwa yang hadir, agar tidak segan bertanya kepada Ijeck untuk menyerap ilmu kewirausahaan yang dimilikinya.

“Pastikan anda menyerap materinya, bapak ini tokoh internasional. Maka kita berbahagia hari ini didatangi tokoh internasional,” sebut Rektor.

Usai rektor memberi sambutan, Ijeck pun menuangkan seluruh ilmu kewirausahaan yang dimilikinya kepada setiap orang yang hadir di Gelanggang itu. Dengan gaya yang luwes dan akrab, Ijeck lebih memilih untuk turun dari panggung dan berada “sejengkal” di hadapan para mahasiswa saat menyampaikan materinya.

“Kita semua yang ada di sini, terutama adik-adik mahasiswa, jangan hanya jadi pegawai, jadilah entrepreneur. Entrepreneur itu pemimpin. Apalagi situasi sekarang ini memang tidak mudah mencari lapangan kerja,” kata Ijeck.

Untuk membulatkan tekad terjun ke dunia wirausaha, tegas Ijeck, mahasiswa harus berani memiliki cita-cita yang tinggi. Kemudian, langkah selanjutnya untuk sukses berwirausaha, mahasiswa harus memiliki kreativitas yang tinggi.

“Kalau punya cita-cita harus besar, harus berani mimpi yang besar. Jangan pernah takut untuk menggapainya. Kemudian, kreativitas itu perlu bagi entrepreneur. Kita harus kreatif menghadapi era perkembangan teknologi dan informasi,” tegas Ijeck yang juga Ketua Yayasan Haji Anif, yayasan yang aktif membersihkan secara gratis masjid-masjid di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara, dan memberi berbagai bantuan sosial itu.

“Jumlah pengangguran semakin bertambah. Jangan kita putus asa. Karena masih banyak kesempatan dan peluang yang bisa kita maksimalkan ke depannya. Setelah kita tahu mau jadi apa, kita cari informasi untuk menunjangnya,”
tegas Ijeck lagi.

Ijeck mengingatkan para mahasiswa, berwirausaha dengan tujuan membuka lapangan kerja akan sangat membantu Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Pasalnya, di samping angka pengangguran yang tinggi, Indonesai maupun Sumatera Utara memiliki pengusaha yang sangat sedikit dibandingkan profesi lainnya.

“Persentase jumlah pengusaha Indonesia 3,1 persen. Sangat kecil, banyak masyarakat kita yang tidak berani ambil resiko. Ke depan, kita harus berani ambil risiko. Tanpa kegagalan kita tidak akan belajar, memperbaiki kesalahan. Kita berada di bawah Malaysia yang pengusahanya 5 persen dan Singapura 7 persen. Sementara di Sumut, hanya 1,65 persen, sangat kecil,” ungkap Ijeck.

Jika para mahasiswa enggan untuk berwirausaha dan puas hanya menjadi pegawai, Ijeck khawatir pengangguran di Indonesia, khususnya Sumut, semakin bertambah. Saat ini, 10 persen dari total keseluruhan pengangguran di Indonesia, merupakan orang-orang yang berpendidikan perguruan tinggi.

“Setiap tahun banyak tamat kuliah, tapi tak tahu apa yg mau dikerjakan, mau kerja apa. Tentunya kita harus mendorong, penciptaan lapangan kerja harus ditingkatkan. Jumlah pengangguran di Indonesia 10 persennya merupakan kaum intelek yang menyandang gelar pendidikan perguruan tinggi,” papar Ijeck.

Kembali pada persoalan bagaimana para mahasiswa dapat sukses berwirausaha. Ijeck mengutarakan bahwa mahasiswa juga harus memiliki jaringan sosial yang baik, serta menjauhkan diri dari segala jenis narkoba.

“Networking dalam usaha itu bisa didapat karena kita bersosialisasi, karena kita memiliki perkawanan dengan baik. Dan
jangan juga kita terlibat dengan narkoba. Itu membahayakan masa depan kita. Semoga pemerintah bisa menekan angka peredaran narkoba. Karena kalau terus begini, kita tidak bisa apa apa,” harapnya.

Selain itu, yang juga tak kalah penting, kompak menuju kesuksesan bersama. Menurut Ijeck, kekompakan juga akan menjadi kunci dalam meraih kesuksesan bersama. “Yang terpenting juga, kompak lah kita, bersatu lah kita untuk sesuatu yang baik. Kita harus sukses dan kaya harta, ilmu, iman,” sebutnya.

Oleh karena itu, Ijeck yang akan mendampingi Letjend TNI Edy Rahmayadi dalam Pilgubsu 2018 itu berharap, Pilgubsu tidak membuat masyarakat terpecah belah. Seluruh masyarakat, ajak Ijeck, harus berpartisipasi aktif dalam Pilgubsu 2018 agar pemimpin yang terpilih merupakan pemimpin yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakatnya.

“Kita berdoa agar pemimpin nanti adalah pemimpin yang peduli dengan umat dan daerah yang dipimpinnya. Kita jangan apatis, dalam pilkada ke depan. Jangan seperti itu. Kita harus ikut tentukan sikap, pilih yang menurut adik-adik memang pantas untuk dipilih, pantas untuk menjadi pemimpin di Sumut,” katanya.

Setelah Ijeck selesai memaparkan kuliah umumnya, Dekan FKM UIN SU Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., berharap Ijeck dapat ikut membina para mahasiswa di UIN SU untuk berwirausaha. Selain itu, Azhari Akmal juga mengungkapkan, keluarga besar UIN SU akan selalu mendoakan Ijeck, agar seluruh cita-citanya dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

“Mari kita aminkan, apa pun yang dicitakan Pak Ijeck untuk kebaikan umat, UIN SU, agar dikabulkan oleh Allah SWT.
Kita juga berharap Pak Ijeck mau membina dan mendukung pengusaha muda,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan pada pagi hari itu diakhiri dengan sesi foto Ijeck bersama seluruh mahasiswa FKM UIN SU dan pemberian piagam.(*)

Pendapat Anda