kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sei Mencirim untuk memberikan pemahaman terkait penggunaan limbah pertanian sebagai bahan pakan

Sei Mencirim-Peternak Domba Ersip di Desa Sei Mencirim didorong untuk memanfaatkan Limbah pertanian untuk pakan ternak mereka.

Hal ini karena saat masa panen, limbah pertanian sering menimbulkan masalah bagi petani di Desa Sei Mencirim.

Sebelum masuk masa tanam yang baru biasanya limbah pertanian dibiarkan begitu saja sampai masuk pada masa tanam berikutnya.

Disamping itu juga para petani melakukan pembakaran terhadap limbah  pertaniannya . Padahal limbah pertanian  ini adalah barang yang sangat berharga apabila diolah dengan teknologi dijadikan sebagai bahan untuk pakan  fermentasi.

Melihat hal ini, Hairani Siregar, S.Sos, MSP dan Dr. Etti Sartika, M.Si, sepakat untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sei Mencirim untuk memberikan pemahaman terkait penggunaan limbah pertanian sebagai bahan pakan fermentasi untuk hewan ternak.

Kegiatan ini melibatkan petani dan peternak domba ersip di Desa Sei Mencirim sebagai mitra.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh dosen Universitas Sumatera Utara melaui kerja sama dan bantuan dari Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Bentuk kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pemahaman kepada petani dan peternak di Desa Sei Mencirim terkait pembuatan pakan ternak olahan.

“Pakan ternak olahan memberikan manfaat yang cukup besar untuk perkembangan dan produktifitas hewan ternak. Di sisi lain proses pengolahan pakan ini juga memberikan manfaat kepada para petani terkait penggunaan limbah pertanian mereka yang selama ini terbuang percuma.” Ujar Khairani kepada Lensa.co saat ditemui beberapa saat yang lalu.

Seluruh rangkaian kegiatan ini mengambil tempat di Desa Sei Mencirim dan berlangsung selama tiga bulan yang dimulai pada Bulan Agustus dan berakhir di bulan November tahun 2017. Kegiatan ini dipimpin dan dipantau langsung oleh Hairani Siregar, S.Sos, MSP selaku ketua kegiatan pengabdian masyarakat ini.

Selain pelatihan mengenai proses pembuatan pakan fermentasi, para mitra dalamkegiatan ini juga diberikan pemahaman terkait manajemen organisasi. Melalui pelatihan yang diberikan, para petani dan peternak mampun membangun sebuah organisasi yang berjalan baik dan memiliki struktur yang jelas

Melalui kegiatan pengabdian ini para peternak merasakan efek yang cukup positif. Setelah memahami manfaat dan cara pembuatan pakan ternak fermentasi ini mereka tidak lagi mengalami kesusahan dalam mencari pakan ternak yang selama ini masih melakukan metode lama dengan cara mengarit rumput.

Dengan kemampuan produksi pakan ternak olahan ini para peternak juga mampu mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual produk mereka.

Menurut para peternak kini mereka memiliki surplus pangan yang cukup besar untuk ternak mereka sehingga mereka menjual produk pangan olahan mereka kepada peternak dari Desa Lain. (*)

Pendapat Anda