Kegiatan pengabdian masyarakat yang di laksanakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat-USU Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat dan sekitarnya. Bahkan pariwisata mempunyai daya dobrak yang luar biasa, yang mampu membuat masyarakat setempat mengalami perubahan dalam berbagai aspeknya. Pariwisata mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat bahkan bagi negara sekalipun. Manfaat pariwisata dapat dilihat dari berbagai aspek atau segiya itu manfaat pariwisata dari segi ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, nilai pergaulan, dan ilmu pengetahuan serta peluang dan kesempatan kerja.

Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata, berbicara mengenai provinsi Sumatera Utara tidak bisa lepas dari destinasi wisata Danau Toba di Kabupaten Samosir. Sebagai salah satu destinasi terpopuler di Sumatera Utara, pantaslah kawasan ini selalu menarik para pelancong, baik domestik ataupun mancanegara pada umumnya. Tak perlu heran jikala melihat Danau Toba yang selalu menarik perhatian pengunjung, karena memang menawarkan pemandangan dan panorama alam yang elok, hamparan danau yang luas serta pegunungan hijau yang mengelilingi Danau Toba.

Danau Toba terkenal tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya semata namun adat istiadat di dalamnya juga memiliki daya tarik tersendiri. Suku Batak yang tercatat telah tinggal selama ribuan tahun di kawasan Danau Toba. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan sejarah beru pasar kofagus (kuburbatu) di kawasan Danau Toba. Selain itu kepercayaan Parmalim merupakan salah satu dari sekian banyak peninggalan leluhur bangsa batak yang masih terpelihara keberadaannya samapai sekarang.

Muryanto Amin selaku tim pelaksana pengabdian masyarakat, Lembaga Pengabdian Masyarakat-USU mengungkapkan “Peraturan Presiden No. 49 tahun 2016 harus dilihat sebagai peluang oleh masyarakat desa di Kabupaten Samosir untuk memajukan daerahnya. Oleh karena itu hari ini kami hadir untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi pembangunan Danau Toba kedepan”.

DisahkannyaPeraturanPresiden No. 49 tahun 2016 sebenarnya dapat menjadi bukti bahwa pemerintah pusat berkomitmen dalam pelaksanaan pembangunan DanauToba. Oleh karena itu peningkatan kualitas masyarakat di dalamnya harus segera digalakkan. Pembangunan kawasan wisata Danau Toba hany aakan menjadi proyek ambisius semata jika peningkatan kualitas masyarakat di dalamnya tidak dilakukan dengan baik. Hal ini didukung realita di lapangan masih dimana masih banyak ditemui berbagai kekurangan, baik dalam bentuk minimnya sarana dan prasarana pendukung maupun kualitas masyarakat. Sulit rasanya untuk menciptakan sebuah kawasan pariwisata berbasis masyarakat jika masyarakat yang didalamnya belum siap berperan sebagai pelaku usaha wisata.

Melihat berbagai fenomena tersebut, Lembaga Pengabdian Masyarakat-USU bersama masyarakat Desa Huta Tinggi mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan usaha wisata berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini sendiri dilaksanakan dalam rentang tiga bulan yang dimulai dari bulan Mei hingga akhir tahun 2018. Lembaga Pengabdian Masyarakat-USU juga mengharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sampai masyarakat dinilai siap dalam menciptakan usaha wisata berbasis masyarakat.

Pendapat Anda