Memasuki bulan Agustus, tentu berbagai persiapan tengah dilakukan untuk menyambut kemeriahan HUT RI. Biasanya hal ini tidak terlepas dari pengibaran bendera yang dilakukan oleh siswa-siswi yang terrgabung dalam paskibraka. Berbicara soal paskibraka, tentu pembicaraan ini menjadi hangat lantaran adanya pemberitaan yang beredar mengenai Anggota Paskibraka yang Memukuli Sopir Angkot dan Tendang Perut Penumpang yang Mencoba Melerai.

Berdasarkan berita yang dilansir dari Tribun Medan (1/8), kejadian ini merupakan tindakan pengeroyokan yang dilakukan 10 anggota dan purna Paskibraka Indonesia tingkat II Kota Siantar. Ditulis bahwa rombongan Paskibraka yang berjalan di Jalan Merdeka Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat tepatnya di depan Siantar Plaza mengeroyok Jodesman Silalhi (24) seorang supir angkutan Sinar Bangun, Sabtu (28/7) sore.

Sayangnya pemberitaan yang tengah beredar ini tidak sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan. Sebab aksi pukul-memukul bermula saat kernek Sinar Bangun memukuli salah seorang anggota paskibra.

“Awalnya kami (Diyon dan Affandi) ingin mengecek capaska 018 yang bernama Nurul Vauzia dan Yessy Lubis ke Pasar Horas untuk tahu angkot tujuan ke rumahnya masi ada atau tidak, soalnya rumah mereka jauh dan angkot yang terbatas. Saat kami ingin pergi ada dua angkot yang menutupi jalan kami, nah kami suru lah maju kak, cuman karna gak maju angkotnya, aku keraskan lah suaraku kak terus majulah mobil yang paling depan, tapi mobil yang di belakangnya gak mau maju, malah di bilang dia ke kami ‘bagus lah kau ngomong bos.’ Sampai akhirnya dia ngajak ribut sambil turun dari mobil,” jelas Diyon.

“Jadi aku datangin lah dia sama si Affandi, tapi dia masuk ke mobilnya dan nanyak pisau sama supir. Mendengar itu kami pun menyelamatkan diri dengan menutup pintu mobilnya. Tapi tiba-tiba datang mamak-mamak berbaju hitam dan marah-marah ke si Affandi. Melihat itulah si kernet angkot inipun keluar dari angkotnya, lalu dengan berutal menunjang dan memukul capaska yang berada di lokasi lalu melarikan diri. Si kernet sempat dikerjar sama capaska yang lain dan dipukuli,” tambahnya.

Aksi pukul-memukul itu tidak langsung berhenti, sebab  Affandi yang berada di lokasi dicakar dan dicekik oleh mamak-mamak tersebut.

“Mamak-mamak itu menarik baju Affandi dan  memecahkan helm Affandi. Setelah itu dia memberentikan semua angkot yang lewat sambil berteriak “tolong aku di keroyok”. Karena teriakannya itulah lokasi ramai dengan massa supir dan anak punk,” katanya.

Untuk menghindari amukan itu Diyon dan kawan-kawan berjalan balik ke arah lapangan Haji Adam Malik untuk menghindari amukan massa.

Sayangnya saat Affandi balik lagi ke lokasi untuk mengecek sepeda motornya, ia malah dikeroyok oleh massa yang ada.

“Para massa supir angkot dan anak punk memiting si Affandi lalu di pukulin, lalu diapun berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menghampiri kami sambil kesakitan menagis. Aksi pukul memukul ini berakhir saat pihak kepolisian datang dan mengamankan dan membawa kami dengan kendaraan mobil patroli ke Polresta Pematang Siantar,” kata Diyon.

Pendapat Anda